Cari Blog Ini

Memuat...

Metode Manhaji

anda ingin bisa mempelajari al-Qur'an?
pastikan belajar dengan metode manhaji


dipersembahkan oleh :

مُؤَسَّسَةُ الْقُرآنِ الْكَرِيْمِ لِلتَّربِيَةِ وَ النَّشرِ
بَرَامِجُ فَهْمِ الْقُرْآنِ عَلَى الطَّرِيْقَةِ الْمَنْهَجِيَّةِ الحَدِيْثَةِ


PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN AL-QUR'AN (P.P.Q.)
PROGRAM MEMAHAMI AL-QUR'AN
METODE MANHAJI

Kendangsari Blok S / 16, Telp. (031) 8494277/03177866847/081555641277
E-mail : metodemanhaji@gmail.com
metode-manhaji.blogspot.com
SURABAYA




dengan mempelajari metode manhaji...
  1. Anda diajari memahami ayat, dari maknanya kata perkata. 
  2. Anda diajari bagaimana akan memahami arti/maksud ayat tersebut. 
  3. Anda diajak memahami logika ayat dan sosialisasinya dalam kehidupan sehari-hari, tapi belum sampai mengajarkan tafsir ayat. Dan karena itu 
  4. Anda memahami kedudukan / jabatan masing-masing kalimat dalam ayat. 

Jenjangnya dimulai dari Surah Al-Fatihah, dan secara edukatif mengikuti urut-urutan Surah dan Ayat Al-Qur'an itu sendiri, dengan asumsi bahwa Anda akan mudah memahami maksud Al-Qur'an secara utuh, yaitu sebagai berikut :

1. Tingkat Dasar, 
cover juz 1

Memahami arti kata-kata dan jenisnya, dengan rincian :
  1. Paroh Juz I yang pertama, berisi makna kata demi kata. Dalam tahap mengartikan ini diketahui ciri masing-masing kata, tata tulis dan artinya. Dan anda sudah dapat menguasai sedikitnya 1700 an kata dengan ciri dan artinya tersebut.
  2. Paroh Juz I yang kedua, yaitu mulai ayat 67 s/d ayat 141, Mengartikan kata demi kata, ditambah dengan mengenalkan jenis dan ciri kata-katanya, yang berupa kata benda (الإسْمُ), kata kerja (الفِعْلُ) meliputi bentuk yang telah lalu, sedang dan bentuk perintah serta Huruf (الحَرْفُ).
Setelah mencapai paroh perjalanan, ditambah dengan mengenalkan perubahan kata kerja dari bentuk yang telah lalu (المَاضِي), sedang (المُضَارِعُ) dan bentuk perintah (الأَمْرُ); demikian sebaliknya.
Dalam tahap ini anda sudah menguasai sebanyak kurang lebih 3680 kata, dan sudah dapat membedakan jenis dan ciri kata yang ada, cara mengartikan, berikut menentukan bentuk-bentuk kata kerja (الفِعْلُ) nya. Dan di bagian akhir buku kami rincikan jumlah kata yang mengulang dan perubahan dari akar kata menjadi kata jadian.


2. Tingkat Menengah, 
cover juz 2
  1. Paroh Juz II yang pertama, yaitu mulai ayat 143 s/d ayat 202. Mengartikan dengan memilah-milah kata demi kata seperti Juz I yang lalu sudah tidak perlu lagi, teks ayatnya masih tetap dipotong kata demi kata, untuk menjelaskan eksistensi masing-masing kata, kemudian dikembangkan dengan mengenalkan bentuk-bentuk Fi'il (الفِعْلُ) yang tidak berubah (الجَامِدُ) dan yang berubah (المُتَصَرِّفُ) berikut cara mengubahnya, dan nengenalkan Isim yang tetap (الجَامِدُ) dan yang jadian (المُشْتَقُّ).
  2. Paroh Juz II yang kedua, yaitu mulai ayat 203 s/d 252. Cara mengartikan dengan memilah-milah kata demi kata seperti yang lalu sudah tidak perlu lagi, dan sekarang ayat ditulis utuh sebagaimana mestinya, ditambah dengan mengenalkan mana yang kata jadian (المُشْتَقُّ) dan mana yang tidak (الجَامِدُ), ditambah dengan Fi'il-fi'il yang berubah (المُتَصَرِّفُ), berikut cara mengurainya perayat.
Pada tingkat ini kami juga menyediakan Buku Tashrif (كِتَابُ التَّصْرِيْفِ) sebagai pedoman, yang kata-katanya diambil langsung dari Juz II itu sendiri. Dengan demikian, Fi'il-fi'il dan Isim-isim yang di Juz I, secara otomatis dapat anda kenal dan kuasai. Cara pembelajarannya dengan menggunakan kolom-kolom sesuai dengan perubahan yang ada dan kebutuhan pembelajarannya.
Selanjutnya di akhir buku Juz II, pada halaman 253 s/d 267 dijelaskan rincian uraian kata-katanya mulai dari awal Juz II s/d pertengahan Juz (ayat 142 s/d ayat 202), karena mulai ayat 203 sampai akhir Juz II sudah ada uraiannya pada setiap ayat. Demikian juga Wazan-wazan yang ada di Juz II, dirincikan mulai halaman 268 s/d 300


3. Tingkat Atas,
cover juz 3

Mengenal susunan kalimat, rinciannya :
  1. Paroh Juz III yang pertama, yaitu mulai ayat 253 s/d ayat 286 atau akhir Surah Al-Baqarah, ayatnya ditulis utuh sebagaimana mestinya, dengan ditambah mengenalkan mana kata (kalimah) yang tetap tidak berubah harakat terakhirnya yang disebut Mabni (المَبْنِيْ) dan mana yang berubah yang disebut Mu’rab (المُعْرَبُ), baik Isim maupun Fi'ilnya, berikut menjelaskan intinya, yaitu mana yang menjadi pokok kalimat (العُمْدَةُ), yang terdiri dari Fi’il dan Fa’il (الفِعْلُ وَ الْفَاعِلُ), atau Mubtada’ dan Khabar (المُبْتَدَأُ وَ الْخَبَرُ), dan jabatan kalimat tambahannya dijelaskan seperlunya saja sesuai dengan kata-kata yang ada di dalam ayat.
  2. Paroh Juz III yang kedua, yaitu mulai dari awal Surah Ali Imran s/d ayat 91, Melanjutkan menjelaskan mana yang menjadi pokok kalimat Al-Umdah (العُمْدَةُ), ditambah dengan pelengkap atau penyempurnanya yang disebut Al-Takmilah (التَّكْمِلَةُ), yang berupa semua jabatan kalimat yang biasanya diberikan dalam pelajaran Bahasa Arab.
Jabatan kalimat dalam bahasa Al-Qur'an sangat sederhana dan mudah diingat, karena jabatannya itu sendiri sejalan dengan maknanya, tambahan lagi Jabatan Kalimatnya selalu berpasang-pasangan, dan tata-tulis serta tata bacanya pun mudah diamati, tidak perlu setiap Jabatannya dirinci mendetail, karena tujuan pokoknya adalah ingin memahami Ayat, bukan mendalami Pelajaran Bahasanya.


4. Tingkat Tinggi,
cover juz 4

Mengkaji gaya bahasa atau jiwa bahasanya yang disebut Ilmu Balaghah (عِلْمُ الْبَلاَغَةِ), dengan rincian :
  1. Pemahaman Ilmu Al-Ma'ani (عِلْمُ الْمَعَانِيْ),
  2. Pemahaman Ilmu Al-Bayan (الْبَيَانِ عِلْمُ), dan
  3. Pemahaman Ilmu Al-Badi' (الْبَدِيْعِ عِلْمُ).
Dengan demikian, untuk memahami al-Qur'an cukup sampai Juz IV saja, dan secara otodidak pun bisa, yang penting minat dan niat, karena cinta dapat mengalahkan segala-galanya, tidak harus pandai; karena setiap juznya kami beri pengantar berupa pemahaman bahasanya. Bahkan, andaikata belajar dengan Metode Manhaji hanya sampai Juz II saja pun sudah dapat memahami bahasa Al-Qur’an, ala kadarnya, dan sudah bisa digunakan untuk membaca Kitab Kuning (Kitab Gundul).


BUKU PENDAMPING
Di samping itu kami buku Pendamping, untuk menjelaskan di antara hal-hal yang tidak dirinci oleh Al-Qur’an, misalnya silsilah dan hubungan para Nabi dan Rasul, sejak dari Nabi Adam as. Sampai kepada Nabi Muhammad saw. termasuk silsilah bangsa Arab, silsilah dan asal muasal bahasanya, sejarah Kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an, masalah waris, juga mengenai teknik berdakwah di masa kini, dll. Buku Pendamping ini sangat penting untuk dibaca oleh setiap pribadi muslim, khususnya dalam rangka memahami maksud-maksud ayat.
cover buku pendamping


PENUTUP
Dalam mengikuti metode ini, ada beberapa kemudahan, antara lain, di Juz I saja kira-kira 70 % nya merupakan pengulangan, yang akar katanya sama, perubahan kata-katanya 99,9 % beraturan, itu pun masih dipermudah lagi dengan ciri setiap kata yang Musytaq yang sama. Juga, kalau di dalam Juz I terdiri dari 3680 kata, sedang waktu belajarnya satu tahun, berarti setiap hari anda perlu menghafalkan hanya 10 kata saja, itu pun bisa dihafalkan setiap selesai shalat hanya 2 kata.


2 komentar:

  1. Praktek baca dan memahami kitab kuning cepat metode THORIQOH. Kitab kecil ini adalah sebagai pedoman praktek baca kitab kuning dalam waktu 2-6 bulan bagi siswa yang telah mempunyai dasar pengetahuan nahwu shorrof. Atau minimal mereka sedang duduk dibangku kelas III MTS atau Aliyah. Metede yang telah terbukti keberhasilannya sejak tahun 2007 ini disusun oleh 6 tim yang profesional dibidangnya dengan referensi utama Fathyl Qorib. Insya Allah dalam waktu 2-6 bulan, para peserta diklat Thoriqoh akan bisa membaca, memahami dan hafal kaidah-kaidah nahwu dan shorrof. Info lengkapnya, silakan bukan blog. Forum Sibawaihi atau Website: www.yasalmir.co.id. Terima kasih !

    BalasHapus
  2. Metode Thoriqoh mengutamakan praktek baca kitab langsung dari pada metodologinya. Bagi siswa yang berminat mengikuti diklatnya, silakan bukan blog: DadduwiBlog atau Al Amir.Blog atau Forum Sibawaihi atau website: http://www.yasalmir.co.id ... Syukron

    BalasHapus