Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label al-Rasm al-'Utsmani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-Rasm al-'Utsmani. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

TATA-TULIS HURUF AL-QUR'AN PADA AL-MUSHHAF AL-'UTSMANI DAN PENGARUHNYA TERHADAP TATA-BACANYA

Perbandingan tata-tulis al-Qur'an (al-Rasm al-'Utsmani) dengan Tata-Tulis Imla'.

Setelah penyempurnaan tata-tulis tersebut, nampak jelas beberapa persamaan dan perbedaan dalam aplikasi tata-bacanya antara tata-tulis al-Qur'an (al-Rasm al-'Utsmani) dengan tata-tulis Bahasa Arab (Imla') yang dipakai kitab-kitab.
Di antara persamaannya seperti "وَ اسْتَغْفِرْهُ" di al-Nashr : 3 melampaui satu huruf berupa Hamzah Washal وَ اسْتَعِيْنُوْا di al-Baqarah : 65 melewati dua huruf yaitu Hamzah Washal (أ) sesudah Wawu (و) di awal kata dan Alif (ا) tanda Jama' di akhir kata, "وَ ادْخُلُوْا الْبَابَ" di al-Baqarah : 58, melewati Hamzah Washal (أ) sesudah Wawu (و) yang pertama dan tiga huruf و ا ا yang terletak di antara Lam (ل) dan Lam 
وَ أَقِيْمُوْا الصّلاَةmelampaui empat huruf yaitu و ا ا ل, dan lain-lainnya yang semisal, yang dibaca karena mengikuti tata-bacanya yang merupakan "سنة متبعة" yang diatur dalam Ilmu Tajwid, bukan mengikuti tata-tulis dan tata-bahasanya. Hanya, kalau tata-tulis Imla' tidak mengaplikasikan Idgham, Iqlab, Qalqalah, Tafkhim, Tarqiq dan sejenisnya.
Perbedaan antara tata-tulis al-Rasm al-'Utsmani dengan tata-tulis Imla' sebanyak sekitar 4809 kata, di luar yang Washal dan Fashal. Penulis kelompokkan dan menganalisis dalam dimensi tata-tulis, tata-baca dan tata-bahasanya seperti berikut:

Jumat, 04 Mei 2012

Keistimewaan al-Rasm al-'Utsmani pada al-Qur'an

Keistimewaan tata-tulis pada al-Mushhaf al-'Utsmani adalah :

1. Mengandung berbagai macam tata-baca(180).
Dalam tata-tulis tanpa titik dan syakal, memungkinkan beberapa ayat mengandung berbagai tata-baca, tanpa merubah makna ayat. Seperti ayat "ان هدان لساحران" di Thaha : 63 dapat dibaca dengan tiga cara yaitu "إِنْ هَذَانِّ لَسَاحِرَانِ" menurut Ibn Katsir al-Makki, "إِنّ هَذَيْنِ لَسَاحِرَانِ" menurut Abu 'Amr al-Bashri dan "إِنّ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ" menurut Nafi'.
"نُنْشِزُهَا" di al-Baqarah : 259 dapat dibaca "نُنْشِرُهَا" oleh Nafi, Ibn Katsir dan Abu 'Amr, 
"فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا" di al-Zumar 71 dan 73 dapat dibaca "فُتِّحَتْ أَبْوَابُهَا" oleh selain 'Ashim, Hamzah dan al-Kisa'i, "سُعِدُوْا" di al-Hud : 108 dapat dibaca "سَعِدُوْا" oleh warga al-Hijaz, al-Bashrah dan al-Syam, 
"وَ مَا يَخْدَعُوْنَ " di al-Baqarah : 9 bisa dibaca "وَ مَا يُخَادِعُوْنَ" oleh Nafi', Ibn Katsir dan Abu 'Amr, atau seperti "عليهم" di al-Fatihah dapat dibaca "عَلَيْهُمْ" menurut Hamzah, "عَلَيْهِمُو" dengan cara Isyba' al-Mim menurut Nafi' dan Ibn Katsir, dan "عَلَيْهِمْ" yang kita baca, seperti yang tertulis di al-Qur'an(181).
Demikian juga penulisan "صِرَاطَ" dengan "ص" menurut Bahasa Quraisy yang dibaca oleh 'Ashim, al-Kisa'i, Hamzah, Nafi' dan Ibn 'Amir, dan dengan "س" menurut Abu 'Amr dan Ibn Katsir, atau tata-baca panjang tapi tidak memakai tanda panjang berupa alif sebagaimana mestinya menurut kitab-kitab. Seperti tata-baca "مَالِكِ" dengan memanjangkan Mim sebagaimana yang kita baca di al-Fatihah menurut bacaan 'Ashim, al-Kisa'i, Hamzah, Nafi' dan Ibn 'Amir, dan "مَلِكِ" dengan Mim yang dibaca pendek menurut Ibn Katsir(182), dan lain-lain banyak sekali dijumpai di dalam al-Mushhaf.
Kalau seperti itu ditulis dengan tata-tulis Imla' akan terjadi kekurang sempurnaannya, karena ada tata-baca yang sah yang hilang. Dalam hal ini Ibn al-Jazari(183) mengatakan : "Para sahabat sebenarnya sudah mengenali tanda-tanda yang berupa titik dan baris, akan tetapi sengaja tidak diterapkan dalam al-Mushhaf al-'Utsmani karena adanya kemungkinan tersebut"(184).